Mengakui Kesalahan

Date March 13, 2008

Saya melihat seorang anak kecil sedang menangis karena kakinya
tersandung batu, dan anak tersebut berlari kearah orang tuanya sambil
berkata,

"Mama aku jatuh tersandung batu", dan orang tuanya berkata,

"Diam sayang batunya nakal nanti batunya mama marahi," kenapa harus
menyalahi batu?

Suatu ketika di lingkungan kantor,

"Kenapa kamu tak dapat mencapai target penjualan?", tanya seorang
manager ke pada supervisornya

"Iya saya mempunyai tim yang kurang solid", kenapa harus menyalahkan
teamnya?

Ketika suatu saat saya mempunyai janji dengan kerabat untuk bertemu di
satu tempat pada pukul 9.00. Ternyata kerabat saya datang pada pukul
10.30, dan saya bertanya,

"Kenapa telat?",

"Tadi supir taksinya jalanya pelan, dan jalanan macet", saudara saya
berkata, kenapa menyalahkan supir taksi dan jalanan macet?

Begitu mudahnya kita melempar kesalahan kepada orang lain, disaat kita
terdesak.. dari beberapa kasus yang saya tulis diatas. Dari kasus
pertama saat kecil kita dibimbing untuk menyalahkan batu ketika kita
tersandung dan jatuh. Saat target penjualan tidak teracapai seorang
supervisor dengan mudah melemparkan kesalahan kepada teamnya, kenapa
tidak mengaku bahwa dia salah, karena mungkin salah strategy, atau malah
dia tidak melakukan apa-apa hanya menyerahkan ke teamnya… dan saat
kerabat saya datang terlambat dia menyalahkan supir taksi… apakah
benar… kenapa kerabat saya tidak berjalan lebih awal atau memilih
jalan alternative untuk tidak terlambat.

Fenomena sosial yang sangat menyedihkan sedang terjadi pada masyarakat
kita dimana masing-masing ingin mencari selamat, dan melemparkan
kesalahan kepada orang lain dan tidak mau bertanggung jawab atas
kesalahan yang dibuatnya.

Mungkin kah, sikap melemparkan kesalahan tersebut berawal dari saat kita
kecil di mana kita terbiasa menyalahkan dan melemparkan masalah kepada
orang lain agar kita aman. Dengan melemparkan kesalahan kepada orang
lain tidak kah kita merasa salah dan tidak nyaman. Dan saat kita
melemparkan kesalahan orang lain kita sebenarnya sedang membiasakan diri
untuk berbohong kepada diri sendiri.

Dengan mencoba untuk melemparkan kesalahan kita kepada orang lain adalah
suatu candu dan akan menghambat perkembangan jiwa kita… jika kita
berhasil melemparkan suatu masalah kepada orang lain kita dan kita
merasa aman dan berhasil, maka kita akan berusaha mengulang melemparkan
setiap kesalahan kita kepada orang lain.

Mengapa kita tidak bersikap jujur bahwa kesalahan yang kita buat
tersebut adalah salah kita dan kita bertanggung jawab atas resiko yang
ada. Bagaimana perasaan anda jika orang lain melemparkan suatu masalah
kepada kita…. Marah kesal dan kecewa bukan…. Jadi kenapa kita harus
melempar kesalahan kepada orang lain.

Dengan menerima kesalahan, kita seharusnya senang karena kita mendapat
pelajaran berharga dan tidak mengulangi kesalahan tersebut. Dan kita
punn sangat marah jika kita terkena masalah dari lemparan orang lain.
Kita harus melatih jujur dan menumbuhkan jiwa sportif kepada diri kita
sendiri. Dengan mengakui kesalahan kita maka orang lain dan lingkungan
akan sangat menghargai diri kita. Tidak percaya coba buktikan bersifat
sportif, dan anda akan mendapat tanggapan yang baik.

Begitu indah jika kita tidak saling menyalahkan dan bersikap jujur dan
sportif kepada orang lain, seperti kita ingin diperlakukan oleh orang
lain. Dengan ini jika berkenan saya ingin mengajak sahabat-sahabatku
untuk tidak melemparkan kesalahan kepada orang lain, dan berjiwa sportif
dan mengakui kesalahan kita jika kita salah, seperti seorang ksatria,
dan wujud iman kita.

"Menjadi jujur seperti seorang ksatria yang sportif dan berwibawa, atau
mencoba tidak jujur (bohong) seperti seorang pencuri yang terhina dan
tidak berharga"

"Walaupun menanam kejujuran terasa pahit, tetapi kejujuran akan
menghasilkan buah yang manis. Jadi mari kita jujur, walau kejujuran itu
pahit"

Tags: , ,

Related articles :

Ratings :

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>